SINUSITIS BIKIN MERINGIS

Kamu sering terkena flu? Sakit kepala? Nyeri tulang area hidung, mata, dan pipi? Atau gejala di atas diiringi demam? Bahkan kemampuan penciumanmu berkurang?


 

Ada yang pernah mengalami gejala di atas? Ya. Gejala di atas merupakan sebagian dari gejala sinusitis. Mungkin diantara kita ada yang pernah mendengar penyakit sinusitis ini. Atau mungkin ada yang mengidap penyakit ini.

***

Sinus merupakan rongga yang ada di dalam kepala dan berhubungan dengan rongga hdung. Normalnya, sinus ini bersih dan steril. Namun adanya penyumbatan dapat menyebabkan infeksi sebab flora normal dari hidung dapat berkembang biak. Edema atau pemebengkakan di sinus juga dapat menyebabkan lendir tidak dapat dialirkan sehingga lendir menjadi lebih kental dan menjadi tempat yang baik untuk pertumbuhan kuman.

Gejala yang dapat timbul antara lain sumbatan hidung, sekret atau lendir hidung yang kental, sakit kepala, nyeri atau rasa tertekan pada wajah, ganguan penghidu, batuk demam dan bau mulut.

obat-sinusitis-yang-manjur

Angka kejadian sinusitis di Indonesia belum diketahui pasti tetapi diperkirakan cukup tinggi karena masih tingginya kejadian infeksi saluran napas akut, yang merupakan salah satu penyebab terjadinya sinusitis. Berdasarkan data DEPKES RI tahun 2003, disebutkan bahwa penyakit hidung dan sinus berada dalam urutan ke-25 dari 50 pola penyakit peringkat utama atau sekitar 102.817 penderita rawat jalan di rumah sakit.

Saya sendiri didiagnosa mengalami sinusitis kira-kira sejak tiga tahun yang lalu, meski sebenarnya gejalanya sudah terasa sejak lama. Sering terkena flu, saluran pernapasan berlendir bila dingin dan gejala yang paling khas adalah nyeri area dekat mata. Namun pengabaian terhadap gejala itu yang membuat pengobatannya semakin berlarut. Saya baru memeriksakan diri ke dokter THT setelah pernah sekali gejala di atas diiringi dengan demam. Barulah saat itu saya tahu kalau saya mengidap sinusitis. Berobatnya pun tidak teratur, berobat jika sakitnya kambuh saja. Mungkin sejak didiagnosa terkena sinusitis kurang lebih tiga tahun lalu, baru 4 kali berobat di mana sekali pernah berobat herbal dengan teknik gurah.

Saya pernah sekali masuk UGD karena nyeri yang tak tertahankan. Kepala terasa sangat berat. Nyeri area mata kiri dekat hidung sangat terasa. Dua jam berselang, terasa nyeri yang semakin menjadi. Kali ini, kepala semakin berat, seperti nyeri yang menjalar ke seluruh kepala. Untuk bangkit berdiri pun terasa sangat sulit, karena kepala akan terasa semakin sakit bila ada pergerakan. Akhirnya oleh seorang teman saya diantar ke UGD berhubung saat itu sudah malam, dan pastinya dokter praktik sudah tutup.

Gejala pada setiap pasien sinusitis mungkin bervariasi, seperti yang saya sendiri alami. Seorang pasien sinusitis yang baru-baru saja saya temui, Bu Mariyam mengatakan bahwa beliau tidak mengelami nyeri sama sekali di area wajah, namun nyeri kepala yang dialami sangat tak tertahankan. Beliau mulai merasakan gejalanya sejak setahun yang lalu, namun beliau mengatasinya dengan minum obat-obatan anti nyeri. Semakin lama intensitas kambuhnya semakin sering, terlebih saat memiliki banyak pikiran atau dalam kondisi stress. Puncaknya pada Sepetember tahun lalu beliau merasakan nyeri kepala yang sangat parah, mual, muntah, dan nyaris pingsan saat sedang bekerja. Kebetulan beliau bekerja sebagai staf administrasi di salah satu perusahaan kontraktor di Kota Kendari, mengharuskan ia banyak menguras tenaga dalam berpikir.

Akhirnya beliau dirujuk ke RS Wahidin oleh salah satu rumah sakit di Kendari. Dan setelah melalui pemeriksaan di RS Wahidin dan dengan pengobatan namun belum sembuh, beliau disarankan untuk menjalani operasi. Tanpa banyak berpikir, wanita paruh baya ini pun setuju dan beliau dioperasi tepatnya tanggal 13 Januari 2016. Lalu apa yang dirasakan setelah menjalani operasi? “Kepala masih sakit namun sudah berkurang. Sekarang masih proses pemulihan. Semoga gejalanya semakin berkurang seiring waktu” ujar Bu Mariyam.yang waktu itu merupakan hari ke lima pasca operasi yang ia jalani.

Kejadian lucu saat aku masuk UGD malam itu adalah ternyata dokter THT yang bertugas malam itu mengidap penyakit yang sama.Sinusitis. Begitu pun dengan dua dokter jaga triage UGD adalah pengidap sinusitis dulunya, Dr. Saharuddin dan Dr. Saparuddin. Dr. Saharuddin, salah seorang dokter jaga triage RS Wahidin Sudirohusodo menderita sinusitis sejak masih menyandang status sebagai mahasiwa. Gejala yang dialami lebih mirip dengan gejala yang saya alami. Nyeri area dekat mata terutama saat menunduk. Mungkin karena area yang terkena sama yaitu area frontalis “Nyerinya seperti bola mata akan loncat keluar” Begitu beliau menggambarkan nyerinya. Namun, beliau lebih memilih menjalani pengobatan daripada operasi. Dan gejala yang beliau alami pun berkurang. Pesan beliau untuk pasien yang mengalami sinusitis adalah jangan sampai kita mengalami flu yang terlalu lama. Segera obati. Dan hindari penyebabnya.

Penyebab sinusitis itu sendiri beragam mulai dari sumbatan mekanik seperti deviasi septum, benda asing di hidung, serta tumor di dalam rongga hidung merupakan factor pemicu terjadinya sinusitis. Faktor lain ialah lingkungan berpolusi, udara dingin serta kering, yang dapat mengakibatkan perubahan pada mukosa hidung.

Sedangkan Dr. Saparuddin Abidin yang merupakan Kepala dokter jaga triage UGD RS Wahidin adalah pengidap sinusitis sejak bertahun-tahun lamanya. Gejala yang dialami seperti hidung dan tenggorokan yang selalu berlendir dan sangat sering trekena flu. Setelah menjalani pemeriksaan CT Scan, ternyata area yang terkena diantaranya sinus ethmoidalis, frontalis, dan maksillaris. Sangat kompleks, sehingga beliau juga disarankan untuk menjalani operasi pada Bulan Februari tahun 2014. Perubahan yang beliau alami pun cukup baik. Tidak lagi sering bersin dan terkena pilek. Hidung pun tidak berlendir lagi sehingga bernapas menjadi sangat lega.

Beliau menyarankan bagi penderita sinusitis untuk menjalani operasi jika memang dokter THT menyerankan seperti itu. Dari beberapa literatur yang aku baca, sinusitis merupakan salah satu penyakit yang sangat mengganggu fungsi hidup dan menelan biaya pengobatan yang tidak sedikit. Selain itu, sinusitis bisa menurunkan tingkat produktivitas. Banyangkan saja jika seseorang sampai mengalami nyeri kepala, mual, muntah bahkan sampai hampir pingsan seperti yang dialami oleh Bu Mariyam. Tentunya hal tersebut sangat menganggu juga seperti yang aku sendiri alami. Meski baru beberapa gejala seperti yang terjadi malam saat aku masuk ugd karena tak sanggup menahan nyerinya, namun hal tersebut tentu saja tidak bisa didiamkan berlarut-larut. Bila gejalanya semakin parah, bisa jadi kemampuan indera penciuman menghilang.

Sinusitis memang bukanlah penyakit yang mematikan, namun gejala yang menyertainya sangat menyakitkan dan menganggu. Jadi, bagi yang mengalami gejala seperti yang saya sebutkan di atas, untuk segera check up ke dokter atau rumah sakit. Jangan sampai gejala yang ada semakin memberat. Sebab seperti kata pepatah lama “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Selain itu, sebagai seorang yang menderita penyakit ini dan pernah merasakan sakitnya. Sungguh, sinusitis bikin meringis!

(Visited 265 times, 1 visits today)

About Ruris

Muslimah. Mahasiswi. Perawat. Physiologist wanna be. Great writer one day. Senang belajar ini dan itu. Berteman dengan siapa saja. Love at writing, reading, travelling, eating and sleeping.

2 Comments

  1. Sekarang gimana kondisinya mbak? Apakah operasi? Saya juga sinusitis, nyeri banget kepala kiri, mata, sama telinga kiri…

    • sinusitis itu kambuhan, intinya kita harus pelajari tentang apa yang buat sinus kita kambuh dan berusaha menghindari, misalnya saya sendiri, kambuh kalau sering minum es dan lagi ada di tempat dingin. alhamdulillah sekarang sudah agak baikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *