SAYA BUKAN SEORANG BLOGGER

Saya senang menulis. Itu saja.

Bukan seorang penulis, bukan seorang yang mengenal berbagai macam genre tulisan, dan parahnya saya tidak konsisten untuk menulis. Saya mulai menulis semasa SD, cerpen anak-anak yang terinspirasi dari bacaan majalah anak saat itu.berlanjut di bangku SMP dan SMA. Lebih kepada menulis cerpen, hanya saja cerpennya lebih bertemakan dunia remaja. Cerpen yang paling saya ingat yang pernah saya buat yaitu tentang seorang anak yang ternyata adalah anak adopsi. Akbar, tokoh utama dalam cerita itu. Saya lupa mengapa memilih nama Akbar atau mengapa ceritanya tentang anak yang diadopsi. Saya menyesal tidak menyimpan semua cerita itu baik-baik. Setidaknya, saya harus membaca karya saya sendiri untuk tahu apa yang dulu ada dalam kepala saya.

Blog!!!

Blog pertama saya berisi dua curhatan kegalauan pasca lulus kuliah. Kemudian blog itu ditinggal begitu saja. Dua tahun lalu saya jatuh cinta pada tumblr, semacam blog namun dalam bentuk yang lebih simple. Saya mulai menumpahkan isi pikiran dan perasaan dalam bentuk quote atau dalam bentuk percakapan pendek.

Beberapa bulan lalu saya bergabung dengan komunitas menulis. Kelas Menulis Kepo. Saya menemukan banyak hal baru di sini. Salah satu yang terpenting yaitu bertemu dengan mereka para blogger. Saya kemudian beralih atau lebih tepatnya membuat blog yang lebih serius. Serius dalam artian saya harus mengisi blog tersebut dengan tulisan yang merupakan tugas dari kelas menulis. Sebuah kewajiban untuk menulis sesuai tema yang ditentukan setiap pertemuan.

Saya banyak belajar. Bahkan sangat banyak belajar dari mereka yang lebih dulu mengenal dunia blog. Dari mereka yang memperoleh penghasilan dari hasil tulisan di blog atau dari mereka yang sering bahkan selalu memenangkan kompetisi menulis di blog. Dari mereka yang menulis dengan konsisten dan mengisi blog mereka dengan tulisan yang bermanfaat. Ya, saya banyak belajar dari mereka para blogger.

(sumber gambar: www.daily25.com)

(sumber gambar: www.daily25.com)

Mereka adalah para blogger. Lalu saya? Yang hanya memanfaatkan blog untuk menulis tugas dari kelas menulis? Am I a really blogger?. Malu rasanya kalau saya mengaku bahwa saya seorang blogger. Meski jika diartikan blogger adalah pengguna blog,namun bagi saya blogger tidak hanya sebatas mereka yang memanfaatkan blog. Atau mereka yang memiliki blog. Blogger menurut saya lebih dari itu. Mereka yang dengan konsisten menghiasi blog mereka dengan gambar hasil tangkapan kamera mereka atau tulisan mereka  dan orang lain membaca, menyukai, dan mengambil manfaat dari apa yang mereka tampilkan di blog mereka adalah blogger sebenarnya menurut saya.

Namun lagi-lagi, meskipun saya bukan atau belum menjadi seorang blogger menurut standar saya sendiri, saya tetap senang mengenal media lain untuk menulis. Ada kepuasan tersendiri saat sebuah tulisan selesai. Setidaknya saat saya membaca kembali tulisan saya, saya akan mengingat kembali apa yang melatarbelakangi saya menulis tulisan tersebut, apa yang saya alami, dan apa yang ada di pikiran saya saat itu. Seperti saat saya menulis “Bapak, Ajak Saya Ke Sana” dalam blog saya, saya jadi mengingat kembali bahwa saya pernah bermimpi bertemu almarhum Bapak saya. Atau saat saya menulis “Mati, Untuk Pengingat Mati”, saya kemudian mengingat bahwa ada sepenggal kisah kematian dari sekian banyak kematian yang saya lihat sendiri saat saya bekerja di UGD. Dan cerita lain dari setiap tulisan yang ada.

Meski saya bukanlah seorang blogger. But yes, I love blogging. And i must keep writing.

(Visited 44 times, 1 visits today)

About Ruris

Muslimah. Mahasiswi. Perawat. Physiologist wanna be. Great writer one day. Senang belajar ini dan itu. Berteman dengan siapa saja. Love at writing, reading, travelling, eating and sleeping.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *