Kagum atau Obsesi?

“You want your goal so much that you don’t want others to get it”


Kalian kenal Tamara Bleszynksi? artis cantik yang tenar di tahun 90-an ini memang jarang lagi muncul di layar kaca belakangan ini. Kabarnya, ia sedang sibuk dengan urusan bisnisnya di Bali. Namun baru-baru ini, tepatnya pekan lalu, artis keturunan Sunda-Polandia ini muncul baik di berita maupun di acara infotainment. Kemunculannya bukan untuk promo sinetron, album atau hal-hal terkait dunia pertelevisian. Namun kali ini, Tamara muncul terkait kasusnya sebagai korban penganiayaan.

Kronologis singkatnya saat itu ia bersama dengan seorang temannya yang merupakan seorang bule sedang berada di kawasan Kuta Utara. Tiba-tiba seorang pria menarik rambutnya kemudian keributan pun terjadi. Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Kuta Utara di tempat Tamara melaporkan kasus penganiayaan yang menimpanya. Sebelumnya, Tamara melakukan visum di rumah sakit terdekat

Motif di balik penyerangan ini awalnya diduga karena persaingan bisnis. Ternyata Wayan Sobrat yang melakukan tindakan penyerangan adalah fans berat Tamara. Saya kemudian tertarik dengan berita ini. Saya sendiri jarang menonton infotainment, namun pagi itu kaki saya kebetulan sakit dan tidak boleh beraktivitas berat jadinya sarapan depan TV dengan suguhan infotainment bukanlah hal yang terlalu buruk. Priceless.

Dari infotaiment ‘HOTSHOT’ pagi itu, Tamara menyatakan bahwa Wayan Sobrat telah melakukan hal tersebut sejak lama. Ia bahkan pernah mengancam untuk membunuh Tamara. Sampai akhirnya insiden di Kuta Utara itu pun terjadi. Namun saat Wayan Sobrat diperiksa di Polsek ia masih saja menyangkal dan mengatakan bahwa yang ia jambak bukan Tamara, namun teman Tamara.

Apakah ini yang disebut dengan obsesi? Rasa kagum yang berlebihan. Namun karena perasaannya yang tidak terbalas, akhirnya orang tersebut melampiaskan dengan marah yang berujung kekerasan. Kecantikan Tamara Bleszynksi memang tak dapat dipungkiri. Tinggi semampai, lesung pipit, dan wajah indo. Saya sendiri masih ingat selalu menunggu sinetron mbak Tamara saat Ramadhan. Biasanya ia akan beradu akting dengan Anjasmara. Ada yang masih ingat? Ah, itu hanya ada di tahun 90-an akhir.

Dari sudut pandang psikologi, obsesi merupakan ide atau gagasan yang muncul dari harapan, khayalan, atau imajinasi dengan intensitas yang luar biasa hingga mempengaruhi mental dan emosi seseorang. Obsesi biasanya membuat adrenalin terpacu sehingga membuat seseorang berusaha lebih keras.

Lalu apa yang salah dengan obsesi? Bukankah baik jika kita menginginkan sesuatu dan kita berusaha sekuat tenaga mewujudkannya?

Obsesi yang berlebihan bisa membuat mental dan emosi menjadi kacau, sehingga seseorang bisa hilang kendali baik terhadap pikiran (berimajinasi atau berkhayal yang berlebihan) sampai hilang kendali terhadap tingkah laku.

obsesi bisa membuat kita berhayal dan berimajinasi yang berlebihan (sumber gambar: wikihow.com)

Obsesi bisa membuat kita berhayal dan berimajinasi yang berlebihan
(sumber gambar: wikihow.com)

Seseorang bisa jadi terobsesi terhadap tempat, benda, kedudukan ataupun orang lain. dalam sebuah artikel di laman lifeoptimezer.org obsesi juga dikaitkan dengan kecemburuan jika seseorang lebih baik atau mendahului kita “You want your goal so much that you don’t want others to get it”.

Nah, apakah hal ini pula yang dialami Wayan Sobrat? Sangat memuja Tamara sehingga tidak senang jika ada orang lain yang berada di sisinya, mengingat bule yang bersama Tamara dikabarkan adalah ‘teman dekat’ Tamara. Mantan suami Tamara, Mike Lewis mengatakan bahwa Wayan Sobrat adalah fans berat Tamara “Dalam kepala dia, dia merasa dia memiliki Tamara, pacar, makannya kalau Tamara ada cowok di sampingnya, dia langsung emosi,” ungkap Mike Lewis dengan bahasa Indonesianya yang belum begitu baik. Selain itu, Wayan Sobrat juga mengancam akan menyakiti Kenzo, anak Tamara hasil pernikahannya dengan Mike Lewis. Cemburu memang bisa jadi sangat dekat dengan obsesi.

Bagaimana pun, tindakan Wayan sobrat bukanlah salah satu contoh tindakan yang patut ditiru dalam hal nge-fans. Tidak ada yang salah dengan memiliki keinginan bahkan obsesi. Namun, usaha dan kemampuan yang dimiliki juga perlu dipertimbangkan. Selain itu, berbesar hati dalam menerima kenyataan akan membuat hati menjadi lebih lapang.

Apakah hari ini kita sedang mengidolakan atau mengagumi seseorang? Jangan sampai jadi obsesi berlebihan yah…..

 

 

 

 

(Visited 108 times, 1 visits today)

About Ruris

Muslimah. Mahasiswi. Perawat. Physiologist wanna be. Great writer one day. Senang belajar ini dan itu. Berteman dengan siapa saja. Love at writing, reading, travelling, eating and sleeping.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *