5 Hal yang Membuat Tugas Akhir Menjadi Lebih Sulit

Tugas akhir menjadi sebuah momok tersendiri bagi kebanyakan mahasiswa yang akan menyelesaikan studi. Bagaimana tidak, tugas akhir menjadi syarat lulus atau tidaknya mahasiswa di perguruan tinggi. Tugas akhir itu sendiri bermacam-macam tergantung tingkat pendidikan di PT. Untuk D3 biasanya akan menyusun karya ilmiah atau paper, S1 akan emnyelesaikan skripsi, tesis bagi magister dan disertasi bagi program doktoral.

Namanya saja tugas akhir yang tak akan ada lagi tugas setelahnya, tentunya memiliki tingkat kesulitan yang lebih. Lalu apa sebenarnya yang membuat tugas akhir menjadi terasa lebih sulit, sehingga tak jarang tugas akhir membuat mahasiswa menyelesaikan studi lebih lambat.

  1. Menentukan Judul

Judul sebuah karya ilmiah harusnya lahir dari sebuah permasalahan atau dari sebuah pertanyaan yang belum terjawab. Namun banyak yang baru mencari judul penelitian saat akan mulai menyusun tugas akhir. Tak sedikit yang harus memasukkan judul berulang kali karena ditolak, judulnya di ubah atau pun dengan penambahan variabel.

  1. Dosen Pembimbing ‘Selebritis’

Pernah di PHP dosen? Saya yakin akan banyak mahasiswa yang mengatakan ‘Ya’. Menunggu berjam-jam bahkan dari pagi hingga petang, dan saat bertemu, dosen hanya menjawab ‘besok ya pembimbingannya’ atau ’kamu datang lagi besok jam segini ya’. Kemudian kita datang keesokan harinya dan hal yang sama pun berulang. Pernah?.

Dosen sibuk memang wajar, namanya saja dosen yang tentunya mengurus bukan hanya kita namun puluhan bahkan ratusan mahasiswa setiap harinya layaknya selebritis yang meladeni tanda tangan dan foto bareng di acara jumpa fans. Dan kita sebagai salah seorang fans harus sabar, sabar dan sabar. Nasehat standar yang useless sebenarnya. 😥

Membayangkan mengenakan toga di hari wisuda mungkin bisa jadi pelecut semangat menyelesaikan tugas akhir (sumber gambar : http://youngadults.about.com)

Membayangkan mengenakan toga di hari wisuda mungkin bisa jadi pelecut semangat menyelesaikan tugas akhir
(sumber gambar : http://youngadults.about.com)

  1. Sampel yang ‘Rumit’

Saat proposal sudah beres. Penelitian pun dilakukan yang tentunya membutuhkan subjek atau sampel yang akan diteliti. Subjek penelitian kita bisa jadi manusia, hewan, tumbuhan, atau pun benda yang tentunya memiliki tingkat kesulitan tersendiri.

Penelitian yang menggunakan subjek manusia misalnya, tentunya harus ada izin dulu dari subjeknya, dan tidak semua orang ‘rela’ dijadikan subjek penelitian terlebih jika harus diberi perlakuan. lain lagi dengan penelitian hewan yang memiliki resiko mati sebelum penelitian selesai.

  1. Biaya Penelitian yang Mahal

Beberapa penelitian membutuhkan biaya yang lebih besar. Alat dan bahan khusus misalnya yang tak jarang harus dibeli dengan harga mahal belum lagi jika harus didatangkan dari luar kota membuat kita terpaksa merogoh kantong lebih dalam.

  1. Urusan Administrasi yang Terkadang ‘Ribet’

SK pembimbing, penguji, kontrak waktu ujian, persuratan, ijin penelitian, dan seterusnya membuat kita siap mencurahkan energi ekstra untuk pengurusan hal-hal administrasi semacam itu.


Ada banyak hal yang membuat tugas akhir kita sedikit lebih ‘rempong’. 5 Hal di atas sedikit banyak merupakan contoh dari apa yang pernah saya lihat dan alami. Mungkin ada hal atau pengalaman lain yang membuat kalian merasa kesulitan dengan tugas akhir?

Proses memindahkan tali toga dari kiri ke kanan memang membutuhkan usaha dan perjuangan yang keras. Namun, semua akan indah jika kita menikmati prosesnya. Bukankah kelak hal-hal seperti inilah yang akan dikenang? *Cieee,,, 😎

 

 

(Visited 189 times, 1 visits today)

About Ruris

Muslimah. Mahasiswi. Perawat. Physiologist wanna be. Great writer one day. Senang belajar ini dan itu. Berteman dengan siapa saja. Love at writing, reading, travelling, eating and sleeping.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *